PHM Sukses Operasikan Platform Kedua Proyek Sisi Nubi, Produksi Gas Kian Meningkat
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian strategis dengan berhasil melakukan onstream Platform WPS-5 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) di lepas pantai Delta Mahakam, Kalimantan Timur, 23 Februari 2026.
General Manager PHM, Setyo
Sapto Edi, menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam
menjaga kesinambungan produksi migas di Wilayah Kerja Mahakam.
“Keberhasilan onstream dua
sumur di Platform WPS-5 ini menjadi bukti komitmen kuat PHM untuk menjaga
keberlanjutan produksi migas dan mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Ia menyebut, pencapaian
tersebut sekaligus mempertegas dukungan perusahaan terhadap program swasembada
energi yang menjadi prioritas pemerintah.
“Proyek SNB AOI merupakan
wujud nyata komitmen kami untuk terus berinvestasi dalam eksplorasi dan
eksploitasi, menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta meningkatkan
produksi demi keberlanjutan energi nasional,” tegasnya.
Platform WPS-5 memproduksi
dua sumur baru, yakni SS-505 dan SS-504. Produksi awal Sumur SS-505 mencapai 12
juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) sebelum distabilkan pada kisaran
10–11 mmscfd. Sementara itu, Sumur SS-504 berhasil mencapai laju produksi 11,4
mmscfd sesuai prosedur operasional.
Setyo menjelaskan,
keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan inovasi dan teknologi yang
konsisten dikembangkan perusahaan.
“Kami meyakini penerapan
inovasi dan teknologi menjadi langkah strategis untuk mempertahankan tingkat
produksi serta menahan laju penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang
sudah mature, khususnya di wilayah Kalimantan,” jelasnya.
Keberhasilan Platform
WPS-5 menyusul onstream Platform WPS-4 pada Desember 2025. Dari total enam
platform yang direncanakan dalam Proyek SNB AOI 1-3-5, dua di antaranya kini
telah beroperasi dengan total produksi well head gas sekitar 45 mmscfd.
Sebagai anak perusahaan PT
Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina
Hulu Energi (PHE), PHM menegaskan komitmennya menjalankan operasi hulu migas
sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bersama SKK Migas.
“Dengan proyek yang
berjalan sesuai rencana, penyelesaian enam platform diharapkan mampu
meningkatkan kapasitas produksi secara optimal dan andal, sekaligus memperkuat
peran Kalimantan dalam penyediaan energi bagi Indonesia,” pungkas Setyo.(mid)